AHOK DI PENJARA DI RUTAN CIPINANG

whatsapp-image-2017-04-25-at-12-05-58-pm1
Jakarta,  Terpidana penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba di Lembaga Pemasyarakatn Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5).

Dengan diantar menggunakan mobil barakuda, terpidana Ahok tiba di lapas Cipinang tepat pukul 12.07 WIB. Terlihat sejumlah petugas kepolisian yang berjaga-jaga dengan senjata lengkap. Belum diketahui di ruangan mana Ahok ditahan. Baca lebih lanjut

Ahok Di Vonis 2 Tahun Penjara

divonis-2-tahun-ahok-ajukan-banding
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dijatuhi vonis hukuman penjara selama dua tahun dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5). Ahok mengajukan banding terhadap putusan majelis hakim tersebut.
Baca lebih lanjut

Umrah Di Bulan Ramadhan

Umrah Ramadhan

UMRAH PADA BULAN RAMADHAN

Oleh
Majdi As-Sayyid Ibrahim

قَالَ اِبْنُ عَبَّا سٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ رَسُوْ لُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ لاِءِمْرَأَةٍ مِنَ اْلأَنْصَارِ : مَا مَنَعَكَ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا؟، قَالَتْ : كَانَ لَنَا نَاضِحٌ، فَرَكِبَهُ أَبُوْ فُلاَنٍ، وَابْنَهُ، لِزَوْجِهَا، وَابْنِهَا، وَتَرَكَ نَاضِحَا نَنْضَحُ عَلَيْهِ. قَالَ : فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيْهِ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةً

“Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang wanita dari kalangan Anshar, ‘Apa yang menghalangimu untuk haji bersama kami?’ Wanita itu menjawab, ‘Kami mempunyai onta yang kami pergunakan untuk mengairi. Lalu Abu Fulan menaikinya, begitu pula anak onta itu bagi istrinya dan anaknya, dan dia meninggalkan seekor unta agar dipergunakan untuk mengairi’. Beliau berkata, ‘Apabila datang bulan Ramadhan, maka umrahlah pada bulan itu, karena umrah pada bulan Ramadhan serupa dengan haji” [1]. …Selengkapnya->

AHOK DATANG, ACARA MAULIDAN BUBAR

ahok_20170305_202136Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Asrama Mahasiswa Aceh Foba, Jakarta Selatan, Minggu (5/3/2017) langsung bubar ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tiba di arena perayaan maulid. Kegiatan maulid diselenggarakan oleh mahasiswa penghuni asrama Foba, dirangkaian dengan pelantikan pengurus baru Foba periode 2017-2018.

Penceramah maulid, Tgk HM Rusli Hasbi, MA, langsung menutup ceramahnya, padahal belum lima menit berada di mimbar. Tgk Rusli menutup ceramahny Baca lebih lanjut

ISLAM BUKAN BUDAYA ARAB

dakwah-insan-muda

Oleh

Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Akhir-akhir ini kita sering diperdengarkan sebuah istilah baru dalam penyebutan sebuah konsep beragama dengan istilah; Islam Nusantara. Istilah ini mulai mengemuka setelah penggunaan langgam Jawa dalam tilawah al-Qur’an pada tanggal 17 Mei Tahun 2015 di Istana Negara. Kejadian tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan. Kejadian tersebut bukan sebuah kejadian tanpa disengaja, akan tetapi itu merupakan sebuah konsep yang akan digulirkan oleh Menteri Agama RI! Kemudian istilah ini lebih mengelinding lagi bagaikan bola salju ketika muktamar NU ke-33 di Jombang mengambil tema: “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”. Alhasil isu Islam Nusantara menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh banyak pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh politik dan kalangan akademisi. Akan tetapi berbagai tanggapan dan pendapat seputar Islam Nusantara belum juga bisa didudukan dengan jelas, karena memang salah satu target dari pencetusan ide ini adalah untuk menimbulkan kebingungan yang berkepanjangan di tengah masyarakat. Karena Istilah Islam Nusantara, disatu sisi bisa benar dan pada sisi lain salah, alias samar-samar (Mutasyâbih). Kalau kita umpamakan istilah Islam Nusantara bagaikan ular berkepala belut, mau dikatakan halal ada unsur haramnya, sebaliknya jika dikatakan haram ada pula unsur halalnya. Baca lebih lanjut