Beranda > Uncategorized > MEMERANGI ORANG YANG MEMERANGI ORANG MUSLIM APAKAH WAJIB??

MEMERANGI ORANG YANG MEMERANGI ORANG MUSLIM APAKAH WAJIB??

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, penguasa alam semesta. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba-dan utusan-Nya, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Ambon belum kondusif. Pihak salibis masih haus darah umat Islam. Berbagai siasat dan makar mereka siapkan untuk menyerang perkampungan muslim. Sebagaimana yang diberitakan voa-islam “Salibis Ambon Siapkan Pasukan Perang, Allah Turunkan ‘Tentara’ Hujan”, pada Kamis (20/10/2011) perusuh salibis berusaha menyerang dan membakar kampung Islam di Jalan Baru, Ambon. Dengan persiapan yang matang, baik untuk membuat kerusuhan maupun untuk memerangi umat Islam, Allah menggagalkan niat jahat mereka. Turunlah hujan dengan izin-Nya untuk menggagalkan siasat dan makar mereka. وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal: 30) Kedengkian salibis terhadap kaum muslimin bukan isapan jempol. Kebencian mereka kepada dienullah juga bukan sesuatu yang diada-adakan. Tapi jelas sebuah fakta dan realita yang hanya akan diingkari oleh orang buta. Nash Syar’i telah banyak menjelaskan tentang tabiat mereka yang membenci Islam dan kaum muslimin hingga mereka berpindah agama. Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآَيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran: 118) وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri.” (QS. Al-Baqarah: 109) وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqarah: 120) وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (QS. Al-Baqarah: 217) Dalam ayat di atas, QS. Al-Baqarah: 217, Syaikh al-Sa’di -sesudah menjelaskan sifat buruk kafir Qurays dan tujuan mereka dalam memerangi orang-orang beriman- menuturkan, “Sifat ini berlaku umum bagi setiap orang kafir, mereka tidak henti-hentinya memerangi golongan di luar mereka sehingga memurtadkan dari agama mereka. Khususnya, Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani yang telah mendirikan organisasi-organisasi, menyebar misionaris, menempatkan para dokter, mendirikan sekolahan-sekolahan untuk menarik umat kepada agama mereka, membuat berbagai propaganda untuk menanamkan keraguan dalam diri mereka akan kebenaran agama mereka (Islam).” Masih banyak ayat lain yang mengungkapkan kebencian dan permusuhan orang kafir terhadap Islam. Jika mereka mampu, pasti akan melakukan gerakan-gerakan untuk memurtadkan kaum muslimin atau menghabisi mereka sehingga punah dari muka bumi ini. Karenanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk selalu mempersiapkan kekuatan fisik dan persenjataan untuk menghadapi kedengkian dan permusuhan mereka. Allah Ta’ala berfirman, وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al Anfal: 60) Bukti Salibis Ambon Memerangi Muslimin Permusuhan kaum Salibis Ambon terhadap muslimin di sana tidak hanya dalam dalam dada mereka, tapi sudah diwujudkan dalam bentuk teror, penyerangan, pembunuhan, membakar perkampungan, dan usaha mengusir kaum muslimin dari kampung halamanan mereka. Peristiwa 11 Sepetember bulan lalu adalah buktinya. Dan penyerangan susulan pada tanggal 20 Oktober kemarin semakin menguatkan. Belum lagi provokasi-provokasi dan penghinaan mereka lontarkan untuk memancing kamarahan kaum muslimin. Dilihat dari kerusuhan yang diawali dari bulan September lalu dan iikuti dengan kerusuhan sesudahnya, tergambar kesiapan kaum salibis untuk melancarkan perang. “Peristiwa penyerangan pemukiman muslim di Jalan Baru pada Kamis (20/10/2011) lalu, membuka mata dunia bahwa perusuh Salibis Ambon lebih siap perang daripada kaum muslimin. Baik dari sisi jumlah pasukan maupun perlengkapan kaum Nasrani lebih unggul daripada kaum Muslimin. Pihak Salibis selaku penyerang yang aktif sedangkan kaum muslimin hanya bertahan dengan kekuatan apa adanya,” tulis voa-islam.com dalam, ” Salibis Ambon Siapkan Pasukan Perang, Allah Turunkan ‘Tentara’ Hujan”. Keseriusan salibis untuk melibas muslimin Ambon dibuktikan dengan beberapa fakta lapangan yang ditemukan dalam penyerangan tanggal 20 kemarin, antara lain: 1. Tiga hari sebelum para Salibis melancarkan penyerangan terhadap warga Muslim di Jalan Baru, aparat keamanan mendapatkan 24 bom rakitan dari sebuah rumah di kampung Kristen Kudamati, tepatnya di Lorong Farmasi. 2. Adanya pengangkatan Panglima Perang Salibis berinisial NH di desa Kudamati. Penobatan Panglima Perang ini mempertegas bahwa pihak Salibis benar-benar telah mempersiapkan perang dengan matang baik dari sisi organisasi paramiliter yang didukung oleh perlengkapan dan logistik. 3. Dua anggota Laskar Kristus tertangkap tangan membawa senjata api rakitan dan amunisi. Franky siwalete dan Raimon Tenu –keduanya adalah anggota Laskar Kristus yang berdomisili di Kampung Kristen Batu Gantung Dalam– tertangkap di depan Rumah makan Coto Anda jalan AY Patty Ambon dengan membawa 2 pucuk senjata api rakitan, sepuluh butir amunisi kaliber 38 mm dan uang tunai 7 juta rupiah. Perlu diketahui bahwa jalan AY Patty Ambon ini berdekatan dengan pemukiman muslim, dan merupakan jalan yang langsung menuju Masjid Al-Fatah, desa Waihaong dan Talake. Islam telah memberikan tuntutan yang tegas terhadap mereka yang memerangi kaum muslimin, yaitu dengan memerangi mereka yang arogan dan semena-mena menyerang perkampungan muslim, berusaha membunuh mereka, membakar rumah-rumah mereka. . . Tuntunan Islam Menyikapi Perang Salibis Islam telah memberikan tuntutan yang tegas terhadap mereka yang memerangi kaum muslimin, yaitu dengan memerangi mereka yang arogan dan semena-mena menyerang perkampungan muslim, berusaha membunuh mereka, membakar rumah-rumah mereka, dan mengusir mereka dari tanah kelahiran mereka itu. Allah Ta’ala berfirman, وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190) Ayat ini, menurut Ibnu Katsir rahimahullah, membangkitkan dan menganjurkan melawan musuh yang berambisi memerangi Islam dan kaum muslimin. Maksudnya: sebagaimana mereka memerangi kalian, maka perangilah mereka oleh kalian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً “Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya.” (QS. Al-Taubah: 36) Sementara menurut Syaikh al-Sa’di, ayat ini mengandung perintah berperang Fi Sabilillah. Dan makna “Orang-orang yang memerangi kalian” adalah orang-orang yang bersiaga (bersiap) untuk memerangi kalian, mereka itu adalah para lelaki dewasa, bukan kakek-kakek yang tidak ikut memberikan ide dan tidak ikut berperang. Sedangkan keterangan yang didapatkan dalam tafsir al-Alusi, berjihadlah untuk memuliakan agama Allah dan meninggikan kalimat-Nya. “Orang-orang yang memerangi kalian” maksudnya: orang-orang kafir yang menantang perang kalian. Lebih tegas kewajiban melawan orang-orang kafir yang menyerang muslimin adalah apa yang disimpulkan oleh Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam tafsirnya “Aisar al-Tafasir”, dalam memeras sari dari ayat di atas, “Wajib memerangi orang yang memerangi kaum muslimin. . .” Karenanya, jika kafir Salibis di Ambon tidak berhenti dari perbuatan jahat mereka tersebut, maka kaum muslimin di mana saja WAJIB bersatu-padu bersama muslimin Ambon untuk membela saudara seislamnya dalam menghadapi kejahatan Salibis tersebut. Jika kondisi mereka sudah demikian, maka tidak boleh lagi ada sikap lembut terhadap mereka dan berbaik-baik kepada mereka. Allah tegaskan tentang menyikapi kafirin yang jahat tersebut dalam firman-Nya, وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 191) “Wajib memerangi orang yang memerangi kaum muslimin. . .” Syaikh Abu Bakar Jabir al-jazairi Sikap tegas kaum muslimin terhadap orang-orang kafir yang agresif memerangi kaum muslimin adalah sebagai qishah (pembalas). Yang maknanya, “Hendaknya semangat kalian bangkit untuk memerangi mereka sebagaimana semangat mereka bangkit untuk memerangi kalian. Dan untuk mengusir mereka dari tempat tinggal mereka sebagaimana mereka telah mengusir kalian darinya, sebagai qishah (pembalasan). (Disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah) Tidak boleh lagi ada muka manis dan berbelas kasih terhadap mereka yang sudah berbuat jahat dan bersemangat menghabisi Islam dan kaum muslimin dari bumi yang telah Allah ciptakan. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Mumtahanah: 9) Maka orang-orang yang mengobarkan permusuhan dan perang terhadap kaum muslimin tidak boleh diberi sikap baik dan dikasihi. Sebaliknya, wajib dimusuhi dan diperangi, karena mereka telah berbuat jahat dengan memerangi umat Islam dan mengusir dari tanah kelahiran mereka. Semoga Allah menolong para tentara-Nya dari kalangan mujahidin dalam melawan salibis kafir di kota Ambon dan tempat-tempat jihad lainnya. Dan siapa yang sudah ditolong oleh Allah, tak ada seorangpun yang bisa mengalahkannya. Karena Allah adalah sebaik-baik penolong. Wallahu Ta’ala A’lam.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Silahkan tinggalkan komentar sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: