Arsip

Archive for April, 2012

CIRI-CIRI ALIRAN SESAT

15 Apr 2012 2 komentar
Bismillah, the first verse of the first "...

Bismillah, the first verse of the first “sura” of the Qur’an, bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. (Photo credit: Wikipedia)

Dalam mendakwahi calonnya, mata sang calon ditutup rapat, & baru akan dibuka ketika mereka sampai ke tempat tujuan.

Para calon yg akan mereka dakwahi rata-rata memiliki ilmu keagamaan yg relatif rendah, bahkan dpt dibilang tdk memiliki ilmu agama. Sehingga, para calon dgn mudah dijejali omongan-omongan yg menurut mereka adl omongan tentang Dinul Islam. Padahal, kebanyakan akal merekalah yg berbicara, & bukan Dinul Islam yg mereka ungkapkan.
Calon utama mereka adl orang-orang yg memiliki harta yg berlebihan, atau yg orang tuanya berharta lebih, anak-anak orang kaya yg jauh dari keagamaan, sehingga yg terjadi adl penyedotan uang para calon dgn dalih demi dakwah Islam. Tetapi semua itu, hanya sbg alat (sarana) utk menyedot uang.
Pola dakwah yg relatif singkat, hanya kurang lbh 3 kali pertemuan, setelah itu, sang calon dimasukkan ke dalam keanggotaan mereka. Sehingga, yg terkesan adl pemaksaan ideologi, bukan lagi keikhlasan. Dan, rata-rata, para calon memiliki kadar keagamaan yg sangat rendah. Selama hari terakhir pendakwahan, sang calon dipaksa dgn dijejali ayat-ayat yg mereka terjemahkan seenaknya, hingga sang calon mengatakan siap dibai’at.
Ketika sang calon akan dibai’at, dia harus menyerahkan uang yg mereka namakan dgn uang penyucian jiwa. Jika sang calon tdk mampu saat itu, maka infaq itu menjadi hutang sang calon yg wajib dibayar.
Tidak mewajibkan menutup aurat bagi anggota wanitanya dgn alasan kahfi.
Tidak mewajibkan shalat 5 waktu bagi para anggotanya dgn alasan belum futuh (masih fatrah Makkah). Padahal, mereka mengaku telah berada dalam Madinah. Baca selengkapnya…

MENGHINDARI MURKA ALLAH, BERLINDUNG DARI ALIRAN SESAT

Sudahkah doa memohon petunjuk di atas —yang mana telah sering dan banyak anda ucapkan— berpengaruh pada diri dan kehidupan anda? Apa pengaruhnya terhadap diri dan kehidupan anda? Bagaimanakah kualitas pengaruhnya? Apakah do’a tersebut telah efektif membentengi diri anda dari serangan virus-virus aliran, paham dan pemikiran sesat? Jika telah terinfeksi, apakah do’a tersebut efektif menghilangkan virus-virus tersebut? Jika jawaban dari semua pertanyaan tersebut adalah belum, tidak atau masih sedikit pengaruhnya, anda mesti mempertanyakan keimanan anda lalu menginstall ulang iman anda. Bagaimana caranya?

Setiap Muslim setiap hari minimal membaca do’a memohon petunjuk tersebut di atas sebanyak jumlah rakaat shalat wajib yakni tujuh belas kali. Berapa jumlahnya sejak pertama kali menjalankan shalat ketika mencapai usia baligh hingga saat ini? Tinggal dikalikan. Jumlahnya akan mencapai ratusan ribu. Seseorang Muslim yang katakanlah mencapai usia baligh di usia 15 tahun dan telah berumur 60 tahun minimal telah memanjatkan do’a tersebut 275.400 kali (17x360x(60-15)). Namun apakah do’a yang telah dipanjatkan sebanyak itu telah efektif? Apakah kualitas dan efektifitasnya sebanding dengan kuantitasnya? Hanya Allah swt Yang Maha Tahu. Namun sebagai manusia kita tetap bisa berusaha mengukur keefektifan doa tersebut dari tanda-tanda yang nampak secara lahiriahnya. Bagaimana cara mengukurnya?

Keutamaan Do’a Memohon Petunjuk Kepada Jalan Yang Lurus

Do’a ini memiliki fungsi dan kedudukan yang istemewa. Do’a ini adalah satu-satunya do’a di dalam Al-Qur’an yang berfungsi untuk memohon petunjuk kepada jalan yang lurus. Do’a ini merupakan do’a yang pertama kali Allah turunkan dan ajarkan kepada Rasulullah saw karena surat Al-Fatihah merupakan surat kelima yang pertama kali diturunkan dan di empat surat sebelumnya tidak terdapat ayat-ayat do’a.

Do’a ini istimewa disebabkan keistimewaan Surat Al-Fatihah. Al-Fatihah istimewa karena merupakan pembuka Al-Qur’an, kandungannya merupakan inti sari Al-Qur’an, salah satu cahaya yang Allah berikan kepada Rasulullah saw yang tidak diberikan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul sebelum beliau, tidak ada surat yang sebanding dan serupa di Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an, serta karena Allah menjawab setiap kalimat yang diucapkan oleh seorang hamba ketika membacanya dalam setiap shalat (yakni ayat kedua hingga ketujuh).

“Allah berfirman:’Shalat dibagi dua antara Aku dan hamba-Ku. Bagi hamba-Ku ialah apa yang dia pinta. Bila seorang hamba mengatakan ‘Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam,’ maka Allah berfirman,’Hambaku memuji-Ku’. Bila hamba mengatakan,’Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,’ maka Allah berfirman,’hamba-Ku menyanjung-Ku.’ Apabila dia berkata,’Yang Menguasai hari pembalasan,’maka Allah berfirman, ‘Hamba-Ku memuliakan-Ku. Atau lain kali Dia berfirman,’Hamba-Ku berserah diri pada-Ku.’ Apabila dia berkata,’Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan,’ maka Allah berfirman,’Bacaan itu menyangkut Aku dan hamba-Ku. Bagi hamba-Ku adalah apa yang dia minta.’ Apabila dia berkata,’Tunjukkanlah kami kepada jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) orang-orang yang Engkau murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,’ maka Allah berfirman,’Pahala ayat ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku pula apa yang dia minta,”” (HR. Muslim)

Do’a ini istemewa karena terdapat di dalam Surat Al-Fatihah yang merupakan surat istemewa. Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized
%d blogger menyukai ini: