Beranda > 'AMALIYAH, BERITA, NASIHAT UTK KITA, TRIK MUSLIM SEJATI > KONTROPERSI KALIMAT “SAYYIDINA”

KONTROPERSI KALIMAT “SAYYIDINA”

1. لا تجعلوا دعاء الرسول بينكم كدعاء بعضكم بعضا –  النور 63
Artinya : Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). (Annur 63)
قال ابن كثير : قال مجاهد وسعيد بن جبير وقتادة : أمر الله أن يهاب نبيه وأن يجل ويعظم وان يسود “سيد” تفسير ابن كثير 3/306
Ibnu kasir menafsirkan : berkata Mujahid, Said bin Jubair, Qotadah : Allah memerintahkan untuk menghormati nabinya dan mengagungkannya serta memanggil dengan kalimat (sayyid) [tafsir Ibnu Kasir 3/306]

2. قال رسول الله : ( أنا سيد ولد أدم يوم القيامة ) – مسلم 5899
Rasul bersabda : (( saya adalah (sayyid) atau tuan para manusia dihari qiamat )) [HR. Muslim 3/306]

BERSHALAWAT DENGAN (SAYYIDINA) DAN DALAM TASYAHHUD SHALAT ;

Ibnu Masud pernah mengajarkan sahabat shigot (lafaz) dan cara bershalawat kepada nabi Muhammad :
اللهم اجعل صلاتك ورحمتك وبركاتك على سيد المرسلين وإمام المتقين وخاتم النبيين محمد عبدك ورسولك …(روه ابن ماجه 1/293)
Adapun dalam shalat itu sunnah menurut para ulama, sebagaimana yang di jelaskan oleh Imam Ibnu Abidin Alhanafiy dalam kitabnya (Durrul Muhktaar), juga di dalam kitab ulama syafiiyah seperti Ramliy, Ibnu Zhuhair, Imam Nawawi dalam kitabnya (al-Minhaj).

HADIS LARANGAN MENYEBUT SAYYID

Adapun hadis yang melarang kita untuk menyebut sayyid kepada Rasulullah :
لا تسيدوني فى الصلاة
Artinya : janganlah kalian menyebutku sayyid dalam shalat
Menurut Imam Sakhawiy ; Hadis ini adalah (مكذوب) BOHONG, dan bukan termasuk hadis bahkan tidak ada asalnya (لاأصل له). Karena dalam kalimat ini terdapat kesalahan dalam kaidah sharaf, seharusnya (ساد – يسود)maka menjadi تسودوني (Imam Sakhawi, dalam kitab ALMAQASHIDUL HASANAH, 463)
Dan nabi tidak mungkin salah dalam berkata, karena beliau adalah rujukan kita dalam ilmu nahwu dan sharaf
Allah berfirman : dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), (Annajm 3-4).

  1. September 25, 2012 pukul 9:51 am

    subhanallah…
    sangat bagus untuk pengetahuan…
    DAWAH INSAN MUDA lanjutkan…
    kami mendukung..
    allahu akhbar…

    ALLAHU AKHBAR,,!!!!!!!

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tinggalkan komentar sahabat...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: