Arsip

Archive for Januari, 2017

Subahanallah.. Shalat Subuh Berjamaah Berhadiah Motor

4-12

Dakwah Insan Muda | Program Gerakan Shubuh Berjamaah (GSB) bersama warga kota dan tabligh akbar Minggu (29/01) dilaksanakan di Mesjid Gadang Kenagarian Koto nan Gadang, tampak dihadiri Plt. Walikota bersama para tokoh Sumatera Barat dan kepala kankemenag, laksanakan shalat shubuh berjamaah bersama sekitar 500 lebih jemaah yang membludak hingga keluar mesjid

yang berlantai 2 ini. Banyaknya jemaah yang hadir membuat Pemko Payakumbuh harus menempatkan personil Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian yang dibantu masyarakat setempat, untuk membantu ketertiban dan keamanan. Baca selengkapnya…

Kategori:Terbaru

Bambang Widjojanto: Siapa Bilang Ahok Tidak Koruptif? Ini Sederet Buktinya!

DIM – Mantan pimpinan KPK Bambang Widjajanto menuturkan, BPK sudah melaporkan  adanya korupsi di DKI Jakarta era kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

”Bagaimana bisa disebut pemerintahan Ahok  tidak korupsi kalau banyak perbuatan koruptif yang terjadi di DKI?  Siapa Bilang Ahok Tidak Koruptif? Ini Sederet Buktinya!,”  kata Bambang

Bambang memaparkan data dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per Mei 2016 yang menunjukkan indikasi koruptif di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Paparan itu disebutkan saat peringatan Hari Anti-korupsi di posko pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

“Menurut laporan BPK 31 Mei 2016, pengendalian pengelolaan aset tetap masih belum memadai, yaitu pencatatan aset tetap tidak melalui siklus akuntansi dan tidak menggunakan sistem informasi akuntansi sehingga berisiko salah saji,” kata Bambang.

Baca selengkapnya…

Kalap Karena Sang Majikan Dipermalukan Habis-Habisan Di Persidangan, Ahokers Bully Ust Novel Bamukmin

baimukmin

Rabu, 4 Desember 2016
Jakarta – Sungguh luar biasa bagus berbagai pemaparan yang disampaikan oleh Ustadz Novel Bamukmin Sekjen DPD FPI DKI Jakarta saat ditanyai oleh majelis hakim sebagai saksi pelapor di sidang lanjutan kasus penghujatan agama Islam yang dilakukan oleh Zhong Wan Xie alias Ahok alias Basuki.
Setelah memberikan keterangan ke majelis hakim yang memakan waktu sekitar 3 jam, Ustadz Novel pun langsung meninggalkan Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ustadz Novel menjadi saksi pertama dalam sidang yang dimulai pukul 09.00 WIB. Beliau membawa data-data soal penistaan agama oleh Ahok ke persidangan dan kebenaran data-data itu tidak mampu dibantah oleh Ahok apalagi tim pengacaranya.
Semua bukti-bukti yang dibawa Ustadz Novel satupun tidak ada yang mampu dibantah kubu Ahok. Walaupun awalnya Ahok berusaha menipu, ngeles kesana kemari, tapi akhirnya ia pun tak kuasa membantah setelah dicecar majelis hakim. Baca selengkapnya…

Ancam Mutilasi Habib Rizieq, Akun @Rudi Ferdiyansah Akan Di Laporkan Ke Polisi

fb_img_1479913166484-1-540x360
DA’WAH INSAN MUDA
Sebuah akun facebook @Rudi Ferdiyansah menulis kalimat penghinaan sekaligus ancaman untuk membunuh dan memutilasi Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.

Pria yang diketahui bertempat tinggal di Link Tegal Wangi, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon itu mengunggah komentar melalui akun facebooknya pada hari Rabu hari ini 23 November 2016.

 

“TEMBAK MATI SAJA PA KAPOLRI. SIAPIN SNIPPER BUAT TEMBAK KEPALA SI RIZIEQ. BADANNYA SERAHIN KE GUE. MAU GUE MUTILASI DAGINGNYA GUE BAGI2IN KE ANJING2,” tulis Rudi Ferdiyansah. Baca selengkapnya…

Lafadz Allah Jadi Hiasan Dinding Kelenteng

dakwah-insan-muda-penistaan-agama

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta umat Islam khususnya di Bengkalis, Riau, tak perlu terpancing amarahnya terkait temuan lafaz Allah dan tasbih yang dijadikan hiasan di tempat ibadah klenteng. Pasalnya menurut Sodik, lafaz dan tasbih Allah yang dijadikan hiasan di klenteng adalah bentuk provokasi yang sengaja dilakukan oleh orang-orang tak bertanggungjawab untuk memancing kemarahan umat Islam.

Dulu, Sodik sempat beranggapan bahwa umat Islam terlalu reaktif terkait hal-hal seperti itu. Dia pun menganggap para pelaku tidak ada niat sengaja menganggu umat Islam. “Tapi setelah kita tahu bahwa hal ini berulang dan berulang terus, saya semakin yakin ini ada sindikat yang sengaja melakukannya untuk niatan memecah belah dan adu domba,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/1).

Politikus dari Partai Gerindra ini mengatakan aksi ini bisa saja sengaja dilakukan agar umat islam tidak fokus kepada program-programnya. Zaman awal-awal Orde Baru, pekerjaan ini banyak dilakukan oleh aparat inteljen. “Namun sekarang setelah tahu ada sindikat khusus yang sengaja melakukan hal tersebut, maka saya minta khususnya umat Islam di Bengkalis dan Riau pada umumnya, jangan terpancing dan jangan terganggu. Satu lagi jangan bereaksi berlebihan,” kata dia.

Pasalnya jika bereaksi berlebihan, dia mengatakan, maka para sindikat tersebut diduga akan senang karena tujuan yang mereka inginkan tercapai. Sodik meminta kasus ini diserahkan ke pihak aparat dan pemerintah setempat untuk investigasi. “Aparat keamanan saya minta tuntaskan masalah ini, dan jika perlu tangkap pelakunya,” ujar Sodik.

Dia juga meminta agar Kepolisian jangan menunggu umat Islam kehilangan kesabaran. “Jangan biarkan massa bertindak. Kapolres dan Kapolda segera tangani dan memberi sanksi pelakunya sebelum timbul masalah serius,” ujarnya.

Warga Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dihebohkan adanya hiasan berlafaz Allah yang terpajang di dinding klenteng di daerah Kucing Gila Jalan Bantan, Selasa (3/1).

Penemuan itu diketahui pertama kali oleh tim ronda malam warga setempat. Berawal dari isu-isu, tim ronda malam langsung mengecek ke klenteng. Alhasil, mereka menemukan hiasan dinding berlafaz Allah di atas patung dalam kelenteng. Selain itu, ditemukan tasbih berlafaz Allah dililitkan di leher patung.

Sumber :
http://news.beritaislamterbaru.org/2017/01/terulang-lagi-islam-dinistakan-kali-ini.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook&m=1

Keyword :
Kasus Penista Agama  |   Penistaan Agama  |  Keadilan Hukum  |  Bhinneka  |

%d blogger menyukai ini: