Arsip

Archive for Maret, 2018

Sodaqoh Makan Malam Santri Tahfidz Quran Tunanetra

24 Mar 2018 1 komentar

sodaqoh-makan-malam-santri-tahfidz-quran-dim

Bismillahirrohmaanirroohiim….

Rasulullah SAW Bersabda, yang artinya :
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia” para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an ( Penghafal Alqur’an ). Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Insya Allah di bulan April mendatang DIM ( Da’wah Insan Muda ) akan mengadakan agenda santunan berupa makan malam atau makan siang untuk para SANRI TAHFIDZ AL-QUR’AN TUNANETRA di kawasan jatiasih bekasi.

Dalam agenda ini DIM ( Da’wah Insan Muda ) memberikan kesempatan kepada para mukhlisin / dermawan yang lainnya untuk bisa ikut andil dalam menyantuni para Penghafal Al-qur’an Tunanetra.

Bantuan atau donasi bisa langsung di salurkan melalui :

BRI No. Rekening  :  081901002733501
Atas Nama : M HUSEN EL KAMIL ISHAQ
Konfirmasi Melalui WhatsApp Di No : 082240002354

Semua dana yang masuk akan dilaporkan melalui blog ini secara berkala. Begitu juga dokumentasi dan laporan kegiatan akan kami laporkan melalui media blog ini.

Sekecil apapun donasi anda untuk santunan para santri tahfidz, kami sangat berterima kasih. Semoga Allah menjadikan catatan amal jariyyah untuk kita bersama, Dan menjadikan wasilah akan di jadikannya anak keturunan kita sebagai keturunan yang berbakti kepada Allah dan Rasulullnya, sebagai keturunan yang diakui sebagai Ahlul Qur’an dan Ahlullah. Aaamiinnn… Allahummma AAmmiiinn…

 

LAPORAN DANA / DONASI MAKAN SANTRI TAHFIDZ TUNANETRA

No. DONATUR Rp TOTAL KET
1 Hamba Allah 100.000,- 100.000,-
2 Hamba Allah 100.000,- 200.000,-
3 Hamba Allah 100.000,- 300.000,-
4 Senin / hamba Allah 1.050.000,- 1.350.000,-  
5 Selasa 150.000,- 1.500.000,-  
Total 1.500.000,-

Tag :  Santunan Santri Tahfidz | Sodaqoh Makan | | Santunan Tunanetra | Makan Siang Bareng Santri Tahfidz | Umroh Murah |WebDesign Murah

 

Iklan

Ciri Orang Beriman : Berkata Baik Atau Diam

Berkata Baik Atau Diam

“Berkata benar akhlak yang mulia, sifat terpuji, semua orang suka. Berbohong menipu, sifat yang tercela, di dunia lagi terima balasannya,” demikian bait nasyid yang dinyanyikan oleh Umam yang berjudul “Berkata Benar.”

Seperti jamak dipahami, tak satu pun orang mau apalagi rela dibohongi. Oleh karena itu, pantas dan tepat jika Islam memasukkan urusan bicara ini sebagai bagian dari ajaran yang setiap Muslim mesti memperhatikan dan mengamalkanya.

Namun demikian, sekalipun perintah ini terlihat sederhana dan semua orang memahaminya, tidak menutup kemungkinan ada saja orang yang dalam kehidupannya menjadikan kebohongan sebagai jalannya mengais rezeki.

Bahkan, karena potensi ini bisa menghantam siapa saja, awam sampai alim, rakyat hingga pejabat, dan pekerja takat pengusaha.

Baca: Umroh Murah LQ ( Lailatul QOdar )

 

Dengan demikian, penting bagi setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara. Jangan asal alias tanpa ilmu dan data, apalagi secara sengaja ingin memutarbalikkan fakta, mempropagandakan kebohongan agar diterima sebagai kebenaran, dan lain sebagainya.

Jika itu sampai dilakukan, maka akan berdampak serius bagi kesempurnaan iman di dalam hati.  Rasulullah SAW Bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu yang baik atau diam.  (HR. Bukhari).

Baca: Umroh Murah November 2018

Dr. Aid Abdullah Al-Qarny dalam bukunya “Beginilah Zaman Mengajari Kita” menuliskan, “Sebenarnya kita membutuhkan latihan yang panjang untuk berbicara dengan orang lain, serta butuh pengalaman yang luas dalam menyampaikan dan memberi pengaruh.”

Hal tersebut bisa dipahami, mengingat berbicara tanpa ilmu apalagi di depan publik akan semakin memelorotkan wibawa diri.

Tidak masalah jika itu dilakukan oleh orang kafir (orang yang menutup diri dari beriman kepada Allah dan Rasul-Nya). Tetapi, bagaimana jika itu adalah seorang Muslim.

Mohammad Fauzil Adhim melalui aku twitternya @kupinang mencuit, “Cara terbaik mempertontonkan kebodohan adalah membantah tanpa ilmu. Tetapi yang lebih fatal lagi apabila melecehkan tanpa data, unjuk kebolehan pada sisi yang ia paling lemah. Padahal kekuatan terbesar orang yang dibantah justru di bagian itu.”

Dengan demikian, mulailah berlatih dengan penuh komitmen untu bertanggungjawab dengan kata-kata atau pembicaraan yang kita lakukan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Sebab Islam merupakan sistem nilai, yang sudah semestinya difungsionalisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baca: Umroh Murah Awal Ramadhan 2018

Andai kata, setiap Muslim mampu menjaga lisannya, tidak berkata kecuali yang baik, tentu negeri ini akan berada dalam kesejukan. Dan, setiap upaya profokasi yang hendak memecah belah umat dan mendiskreditkan ajaran Islam, secara langsung bisa digagalkan.

Suharsono dalam bukunya “Mencerdaskan Anak” menegaskan bahwa setiap orang tua sangat perlu mencermati, apa-apa saja yang sering dikatakan oleh buah hati.

“Apakah kata-katanya cukup sopan, tidak jorok atau sekadar trendy. Anak-anak yang berpotensi sebagai anak cerdas, tidak mudah dipengaruhi hal-hal semacam itu.”

Pertanyaannya bagaimana generasi Muslim bisa seperti itu bisa hadir, tentu saja ketika para orang tua konsen memperhatikan pembicaraan yang setiap orang melakukannya dari waktu ke waktu sepanjang hayat.

Semoga Allah menjaga lisan kita dari berkata tidak baik, banyak bicara yang sia-sia, berujar yang provokatif dan gemar sekali memancing terjadinya pertikaian dan pertengkaran, Seolah diri paling benar dari semua yang ada.

Wallahu A’lam.

 

Tag : Umroh Murah Maret 2018  | Umroh Murah April 2018 | Umroh Murah Mei 2018 | Umroh Murah Awal Ramadhan 2018 | Umroh Murah Lailatulqodar 2018 | Umroh Murah Ramadhan 2019 | Umroh Murah Bulan Syawal 2018 – 2019 |

%d blogger menyukai ini: