Masjid Al Aqsa Memanas, Raja Salman Ajak Muslim di Dunia Ikut Tanggung Jawab

raja2bsalman2bhtk2btour2bindonesiaRaja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (INT)

HTK TOUR Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah membuka pembicaraan langsung dengan seorang pejabat tinggi Amerika Serikat, untuk memastikan dibukanya kembali Masjid Al Aqsa di Yerusalem.

Menurut sebuah laporan Elaph yang dikutip Arab News, Raja Salman telah melakukan pembicaraan empat mata dengan pejabat AS yang memiliki kedekatan dengan urusan luar negeri Israel itu. Baca lebih lanjut

Iklan

ISLAM BUKAN BUDAYA ARAB

dakwah-insan-muda

Oleh

Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Akhir-akhir ini kita sering diperdengarkan sebuah istilah baru dalam penyebutan sebuah konsep beragama dengan istilah; Islam Nusantara. Istilah ini mulai mengemuka setelah penggunaan langgam Jawa dalam tilawah al-Qur’an pada tanggal 17 Mei Tahun 2015 di Istana Negara. Kejadian tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan. Kejadian tersebut bukan sebuah kejadian tanpa disengaja, akan tetapi itu merupakan sebuah konsep yang akan digulirkan oleh Menteri Agama RI! Kemudian istilah ini lebih mengelinding lagi bagaikan bola salju ketika muktamar NU ke-33 di Jombang mengambil tema: “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”. Alhasil isu Islam Nusantara menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh banyak pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh politik dan kalangan akademisi. Akan tetapi berbagai tanggapan dan pendapat seputar Islam Nusantara belum juga bisa didudukan dengan jelas, karena memang salah satu target dari pencetusan ide ini adalah untuk menimbulkan kebingungan yang berkepanjangan di tengah masyarakat. Karena Istilah Islam Nusantara, disatu sisi bisa benar dan pada sisi lain salah, alias samar-samar (Mutasyâbih). Kalau kita umpamakan istilah Islam Nusantara bagaikan ular berkepala belut, mau dikatakan halal ada unsur haramnya, sebaliknya jika dikatakan haram ada pula unsur halalnya. Baca lebih lanjut

Wanita Yang Tak Wajib Berhijab

yang-tak-wajib-berhijabOleh

Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc MA

وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ ۖ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan wanita-wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin kawin (lagi), mereka tidak berdosa untuk menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan. Dan menjaga kesucian diri mereka adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allâh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [An-Nûr/24:60]

TAFSIR RINGKAS

(Dan wanita-wanita tua yang telah terhenti), maksudnya adalah para wanita yang tidak lagi memiliki niat untuk berhubungan suami is Baca lebih lanjut

GP Ansor Beri 3 Hari Untuk Ahok

gp-ansor-beri-waktu-3-hari-untuk-ahokDAKWAH INSAN MUDA | Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor cabang Jember tidak bisa menerima perlakuan terdakwa perkaraan penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan tim pengacaranya terhadap Rois Aam Pengurus Besar (PB) NU KH Ma’ruf Amin dalam persidangan kemarin.

“Sikap dan perlakuan itu kasar, sarkastik, melecehkan, dan menghina marwah Nahdlatul Ulama,” kata Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi, Rabu (1/7/2017).

“GP Ansor mengecam keras ucapan Ahok yang melecehkan KH Ma’ruf Amin dengan menyatakan beliau tidak pantas menjadi saksi karena tidak objektif, menuduh bohong, dan mengancam KH Ma’ruf Amin,” kata Ayub.
Baca lebih lanjut

DAHSYATNYA PENYESATAN MEDIA

penantang-allah

Dan memang begitu dahsyatnya doktrin media pada zaman ini, Seseorang tanpa sadar berani menjust orang lain sbagai orang yg “negatif” padahal ia tdk tahu / mengenal orang yg dituduhnya.

Ingatlah..!!! Prasangka / tuduhan itu akan dimintai pertanggung jawabannya.
Dan memang islam datang dgn asing, Dan akan musnah dgn cara diasingkan.
Perlahan-lahan islam diasingkan dgn penyesatan (Pola pikir) dari berbagai media, yang kemudian menjadi keyakinan diatas kebenaran fakta, bahkan sedikit demi sedikit mereka meyakini apa yang disampaikan media lebih benar dari pada apa yg tertulis dalam Al-qur’an dan As-sunnah (Hadist).