Arsip

Archive for the ‘Puisi’ Category

HATI DI BALIK DIRI

Kata QOLBUN (Hati) memiliki dua penggdawah insan muda
unaan dalam bahasa:

  1. Menunjukkan bagian yang paling murni dan paling mulia dari sesuatu.
  2. Bermakna merubah dan membalik sesuatu dari satu posisi ke posisi lain.

Kedua makna ini sesuai dengan makna hati secara istilah, karena hati merupakan bagian yang paling murni dan paling mulia dari seluruh makhluk hidup yang mempunyainya, dan ia (Hati) juga sangat rawan untuk berbolak-balik dan berubah haluan. Nabi SAW bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik)
Adapun letaknya, maka Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan bahwa dia terletak di dalam dada. Allah berfirman, “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46) Dan Nabi SAW juga bersabda tentang ketaqwaan:

“Ketakwaan itu di sini, ketakwaan itu di sini,seraya beliau menunjuk ke dada beliau”  (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Dan tempat ketakwaan tentunya adalah dalam hati. Bertolak dari hal ini para ulama juga membahas mengenai letak akal. Seluruh kaum muslimin bersepakat -kecuali mereka yang terpengaruh dengan filosof dan ilmu kalam- bahwa akal itu terletak di dalam hati, bukan di otak. Allah SWT berfirman, “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat berakal dengannya.” (QS. Al-Hajj: 46) Baca selanjutnya…

Iklan

LUKISAN RINDU (ARE BUDDY)

 

BIDADARI HITAM

Sungguh anggun dirimu wahai ukhti
Bidadari HitamDengan kibar hijab yang menggantung menutupi 'Aurat
Seakan tiada lagi terkurang
Kesempurnaan yang engkau miliki
Terucap tasbih memuji, Tak kurasa di bibirku
Seakan lupa akan diri dan segala yang menjadi tugas
Di kemudian hari
Ku kenal dirimu, seakan besar suara petir di telinga
Kerana tak percaya akan sebenar kisahmu
Di balik tebar hijab anggun-mu
Berjuta jarak akan perbedaan dirimu
Dengan senyuman yang dihiasi hijab
Kerana bukan ketulusan yang kau cari
Hingga mudah terjerumus akan tersalah yang kau banggakan
Bahkan engkau terus menebar tersalah
Walau pada sebenarnya
Engkau semakin mengkerut
Kerana tersalah
(EL-KAMIL IBNU ISHAQ)
 
%d blogger menyukai ini: