ISLAM BUKAN BUDAYA ARAB

dakwah-insan-muda

Oleh

Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Akhir-akhir ini kita sering diperdengarkan sebuah istilah baru dalam penyebutan sebuah konsep beragama dengan istilah; Islam Nusantara. Istilah ini mulai mengemuka setelah penggunaan langgam Jawa dalam tilawah al-Qur’an pada tanggal 17 Mei Tahun 2015 di Istana Negara. Kejadian tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan. Kejadian tersebut bukan sebuah kejadian tanpa disengaja, akan tetapi itu merupakan sebuah konsep yang akan digulirkan oleh Menteri Agama RI! Kemudian istilah ini lebih mengelinding lagi bagaikan bola salju ketika muktamar NU ke-33 di Jombang mengambil tema: “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”. Alhasil isu Islam Nusantara menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh banyak pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh politik dan kalangan akademisi. Akan tetapi berbagai tanggapan dan pendapat seputar Islam Nusantara belum juga bisa didudukan dengan jelas, karena memang salah satu target dari pencetusan ide ini adalah untuk menimbulkan kebingungan yang berkepanjangan di tengah masyarakat. Karena Istilah Islam Nusantara, disatu sisi bisa benar dan pada sisi lain salah, alias samar-samar (Mutasyâbih). Kalau kita umpamakan istilah Islam Nusantara bagaikan ular berkepala belut, mau dikatakan halal ada unsur haramnya, sebaliknya jika dikatakan haram ada pula unsur halalnya. Baca lebih lanjut

Wanita Yang Tak Wajib Berhijab

yang-tak-wajib-berhijabOleh

Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc MA

وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ ۖ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan wanita-wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin kawin (lagi), mereka tidak berdosa untuk menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan. Dan menjaga kesucian diri mereka adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allâh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [An-Nûr/24:60]

TAFSIR RINGKAS

(Dan wanita-wanita tua yang telah terhenti), maksudnya adalah para wanita yang tidak lagi memiliki niat untuk berhubungan suami is Baca lebih lanjut

GP Ansor Beri 3 Hari Untuk Ahok

gp-ansor-beri-waktu-3-hari-untuk-ahokDAKWAH INSAN MUDA | Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor cabang Jember tidak bisa menerima perlakuan terdakwa perkaraan penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan tim pengacaranya terhadap Rois Aam Pengurus Besar (PB) NU KH Ma’ruf Amin dalam persidangan kemarin.

“Sikap dan perlakuan itu kasar, sarkastik, melecehkan, dan menghina marwah Nahdlatul Ulama,” kata Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi, Rabu (1/7/2017).

“GP Ansor mengecam keras ucapan Ahok yang melecehkan KH Ma’ruf Amin dengan menyatakan beliau tidak pantas menjadi saksi karena tidak objektif, menuduh bohong, dan mengancam KH Ma’ruf Amin,” kata Ayub.
Baca lebih lanjut

Subahanallah.. Shalat Subuh Berjamaah Berhadiah Motor

4-12

Dakwah Insan Muda | Program Gerakan Shubuh Berjamaah (GSB) bersama warga kota dan tabligh akbar Minggu (29/01) dilaksanakan di Mesjid Gadang Kenagarian Koto nan Gadang, tampak dihadiri Plt. Walikota bersama para tokoh Sumatera Barat dan kepala kankemenag, laksanakan shalat shubuh berjamaah bersama sekitar 500 lebih jemaah yang membludak hingga keluar mesjid

yang berlantai 2 ini. Banyaknya jemaah yang hadir membuat Pemko Payakumbuh harus menempatkan personil Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian yang dibantu masyarakat setempat, untuk membantu ketertiban dan keamanan. Baca lebih lanjut

Bambang Widjojanto: Siapa Bilang Ahok Tidak Koruptif? Ini Sederet Buktinya!

DIM – Mantan pimpinan KPK Bambang Widjajanto menuturkan, BPK sudah melaporkan  adanya korupsi di DKI Jakarta era kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

”Bagaimana bisa disebut pemerintahan Ahok  tidak korupsi kalau banyak perbuatan koruptif yang terjadi di DKI?  Siapa Bilang Ahok Tidak Koruptif? Ini Sederet Buktinya!,”  kata Bambang

Bambang memaparkan data dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per Mei 2016 yang menunjukkan indikasi koruptif di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Paparan itu disebutkan saat peringatan Hari Anti-korupsi di posko pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

“Menurut laporan BPK 31 Mei 2016, pengendalian pengelolaan aset tetap masih belum memadai, yaitu pencatatan aset tetap tidak melalui siklus akuntansi dan tidak menggunakan sistem informasi akuntansi sehingga berisiko salah saji,” kata Bambang.

Baca lebih lanjut