Arsip

Posts Tagged ‘Abu Hurairah’

HEWAN QURBAN

Terdapat dua kriteria hewan Qurban, yaitu Kriteria keabsahan dan Kriteria sunah.
 kambing5
Kriteria Keabsahan maksudnya adalah semua sifat yang ada pada hewan, sehingga bernilai sah jika digunakan untuk berqurban. Yang termasuk Kriteria Keabsahan disini adalah sebagai berikut:
1. hewan tersebut dimiliki dengan cara kepemilikan yang halal. Jadi, tidaklah sah apabila ber-qurban dengan binatang hasil rampasan, curian, atau dimiliki dengan akad yang haram, atau dibeli dengan uang yang murni haram, seperti riba.
 

Baca selengkapnya…

Iklan

HATI DI BALIK DIRI

Kata QOLBUN (Hati) memiliki dua penggdawah insan muda
unaan dalam bahasa:

  1. Menunjukkan bagian yang paling murni dan paling mulia dari sesuatu.
  2. Bermakna merubah dan membalik sesuatu dari satu posisi ke posisi lain.

Kedua makna ini sesuai dengan makna hati secara istilah, karena hati merupakan bagian yang paling murni dan paling mulia dari seluruh makhluk hidup yang mempunyainya, dan ia (Hati) juga sangat rawan untuk berbolak-balik dan berubah haluan. Nabi SAW bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik)
Adapun letaknya, maka Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan bahwa dia terletak di dalam dada. Allah berfirman, “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46) Dan Nabi SAW juga bersabda tentang ketaqwaan:

“Ketakwaan itu di sini, ketakwaan itu di sini,seraya beliau menunjuk ke dada beliau”  (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Dan tempat ketakwaan tentunya adalah dalam hati. Bertolak dari hal ini para ulama juga membahas mengenai letak akal. Seluruh kaum muslimin bersepakat -kecuali mereka yang terpengaruh dengan filosof dan ilmu kalam- bahwa akal itu terletak di dalam hati, bukan di otak. Allah SWT berfirman, “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat berakal dengannya.” (QS. Al-Hajj: 46) Baca selengkapnya…

ABDURRAHMAN BIN ‘AUF : Hadist yang diriwayatkannya

dawah insan mudaKebersamaan Abdurrahman bin Auf dengan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membentang selama masa kenabian. Ia menemani beliau di Mekah dan Madinah, menghadiri mejelis-majelis beliau, dan menyertai hari-hari beliau bersama para shahabat dan kaum muslimin lainnya, sementara beliau mengajarkan syariat kepada mereka, mendidik mereka, dan mengarahkan mereka kepada jalan-jalan hidayah. Ibnu Auf juga berjihad di bawah panji beliau, dan tak pernah sekalipun absen dari seluruh peperangan yang beliau ikuti. Ia belajar langsung dari Al-Qur’an dari beliau saat diturunkannya, mengambil sunnah langsung dari lisan beliau, dan mendengar banyak sekali hadits selama masa yang membentang selama lebih kurang dua puluh tahun tersebut.

Di antara bukti keluasan ilmunya adalah dia merupakan salah seorang yang memberikan fatwa pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan masa tiga khulafaur rasyidin setelah beliau. Umar dengan kadar keilmuan yang dimilikinya dan kedudukannya dalam ilmu juga mendatanginya pada banyak kesempatan, dan mendapatkan ilmu yang ia pelajari sebagiannya pada seorang alim umat ini yaitu Abdullah bin Abbas.

Namun riwayat yang dapat ditemukan dari Ibnu Auf tidak lebih dari 65 hadits saja. Ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan rentang waktu kebersamaannya dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Namun keadaan ini juga dijumpai pada banyak shahabat yang seperti Abdurrahman Radhiyallahu Anhu.

Dan penjelasan tentang hal ini mudah sebagaimana yang dapat dilihat oleh penulis. Pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abdurrahman adalah salah seorang pembantu dan pembela beliau, yang sibuk dalam menyampaikan dakwah dan risalah. Dan pada masa tiga khalifah, ia adalah salah satu pondasi dalam tegaknya negara Islam, serta salah seorang penasehat terdekat dan terpercaya pada masa para khalifah. Dan ini dikuatkan dengan pencalonannya untuk jabatan kepemimpinan tertinggi serta pemilihan Utsman setelah Umar. Juga kedudukannya sebagai pemimpin haji pada lebih dari satu kesempatan, hajinya bersama ummahatul mukminin, dan semua itu tentnya mengambil banyak sekali waktunya. Baca selengkapnya…

HUKUM MEMELIHARA JENGGOT

Assalaamu’alaikum wr. wb.Lihyah

Ustadz yang dimuliakan Allah….

Bagaimana sebenarnya hukum mencukur atau merapikan jenggot (termasuk brewok)? Karena, ada sebagian teman yang mengharamkan dan sebagian yang lain membolehkannya (makruh,red). Terima kasih.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

 

Wa’alaikumsalam…WR.WB

Memelihara jenggot dan tidak mencukurnya adalah sunnah Rasulullah saw yang kemudian juga diikuti oleh para sahabatnya. Perhatian Rasulullah saw dan juga para sahabatnya dalam pemeliharaan jenggot ini juga ditunjukkan dengan kebiasaan mereka merapihkan, merawat dan menyela-nyelanya dengan air saat berwudhu. Baca selengkapnya…

MASJID JADI TEMPAT KAMPANYE

PERTANYAAN :

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang dimuliakan Allah.masjid
Menjelang Pemilu 2009 ini saya bingung ustadz, karena sebagai pengurus masjid saya sering dimintai izin oleh parpol, supaya mesjidnya bisa dipakai untuk kegiatan parpol tersebut. Bagaimana sebaiknya sikap saya ustadz? Mengizinkan atau menolak?

Terus menurut ustadz baik nggak kalo dalam acara-acara kegiatan di mesjid ada yang kampanye parpol ataupun kandidat calon kepala daerah?

Wassalam

JAWABAN :

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..

Jamaah masjid kita amat beragam, baik latar belakang pendidikan, paham keagamaan sampai pada perbedaan politik. Karena itu, pengurus masjid harus … Baca selengkapnya…

DI BALIK BENCANA

19 Jan 2014 1 komentar

BanjirBismillahirrohmaanirrohiim….

Tentu kita sangat miris melihat atau mendengar berita di berbagai media tentang dahsyatnya bencana yang sedang melanda sebahagian wilayah indonesia, bahkan belahan dunia.
Di kampung pulo jakarta timur hampir mencapai 2 meter lebih banjir melanda, di manado 15 belas kecamatan habis dilalap oleh sang bandang.

Peristiwa dahsyat tersebut Menyebabkan banyak korban luka dan meninggal dunia juga bangunan yang berserakan tak tertata.
Hendaklah kita pandai mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang ada, mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk perjalanan panjang yang pasti akan kita lalui. Jangan sampai berpisah dengan dunia ini kecuali dalam keadaan benar-benar beriman kepada Allah ta’ala. Bila tidak, kerugian abadi-lah yang akan kita dapatkan. Wal’iyadzu billah.

SEBAB ADANYA BENCANA DALAM AL-QUR’AN

Kekufuran dan kesyirikan merupakan salah satu faktor terbesar penyebab datangnya musibah/bencana. Hal ini dengan jelas dapat kita ketahui dari ayat-ayat al-Qur`an yang banyak menceritakan umat-umat terdahulu yang telah Allah ta’ala binasakan lantaran kekufuran mereka kepada-Nya.

Perhatikanlah kisah Fir’aun dan bala tentaranya yang Allah binasakan dengan ditenggelamkan di tengah lautan. Lihat pula kisah kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam yang Allah timpakan banjir bandang yang tiada duanya. Lihat pula kisah Tsamud dan ‘Aad yang dibinasakan lantaran kekufuran mereka kepada Tuhan alam semesta. Dan masih banyak lagi kisah-kisah nyata lainnya, yang menjadi bukti nyata bahwa semakin jauhnya manusia dari Allah menjadi faktor datangnya kehancuran dan kebinasaan. Cukuplah semua itu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Dan semua itu tercatat rapi di dalam ayat-ayat Ilahi yang begitu banyak sekali.

Allah ta’ala menyebutkan bahwa berbagai bencana yang terjadi di muka bumi, di darat dan di laut, dikarenakan oleh ulah tangan manusia, akibat perbuatan dosa mereka kepada-Nya. Sengaja Allah ta’ala timpakan kepada mereka, agar mereka kembali kepada jallan yang lurus. Allah ta’ala berfirman:

….ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
Artinya :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Rum: 41)

Semoga kita bisa mengambil Hikmah di balik bencana yang sedang kita hadapi, dan mau untuk mengambil pelajarannya dengan kembali kejalannya (Allah SWT).
Amin….

Wallahu A’lam…

Oleh : EL-KAMIL IBNU ISHAQ

PEMBUKAAN CABANG DIM DI SELURUH KOTA INDONESIA

CABANG DIM BROSUR

 

 

FORMULIR PENDAFTARAN ANGGOTA DIM

UNTUK CABANG

 

Nama                                             :

Tempat & tanggal lahir            :

Alamat                                          :

Status                                            :                      Lajang                                               Menikah

Alamat email                              :

No HP                                          :

Saran untuk DIM                      :

Foto                                               :

Tanda tanga

Catatan :

  • Semua data akan disimpan oleh pengurus DIM Pusat, guna Dokumentasi bila suatu saat di butuhkan

CIRI-CIRI ORANG YANG MEMUTUSKAN TALI PERSAUDARAAN (SILAH RAHIM)

29 Agu 2013 9 komentar

unduhan

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Segala puji atas Zat yang menjadikan kita berbangsa dan berbahasa, Hingga terjalinnya kebersamaan dalam Silahrarim yang Di dalamnya tersimpan rahasia agung untuk keberhasilan menjadi hamba yang baik dalam pandangan Illah.

Sholawat serta salam sentiasa kita curahkan kepada sang contoh terbaik bagi seluruh ummat Hingga Akhir zaman Rasulullah SAW.

Sahabat…
Begitu banyak orang-orang yang tertipu akan tipu daya muslihat syaithon yang berkaitan dengan pokok sosial dalam ajaran Islam, dalam hal ini adalah menjaga tali persaudaraan (Silah Rahim)
Sunguh sangat mengenaskan bila kita mengetahui secara komprehensif akan ancaman bagi orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan namun kita menghiraukan akan ancaman tersebut.

“Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a, beliau berkata, ketika sore hari pada hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majelis ini ada orang yang memutuskan silaturahim, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami”

Hadist ini menerangkan secara  langsung bahwa rasulullah tidak menerima orang-orang yang berlaku memutuskan tali persaudaraan (Silaturahim) sebagai golongannya, Nauzubillah min dzalik..

Sahabat.. Baca selengkapnya…

KEUTAMAAN BULAN ROMADLON

1. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu :

Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya, pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat, juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (HR. Ath Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya)., Al-Mundziri berkata: “Diriwayatkan olehAn-Nasa’i dan Al-Baihaqi, keduanya ari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pernah mendengar darinya.”

3. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu : bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga), Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. “Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau, ‘Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.” (HR. Ahmad)” Isnad hadits tersebut dha’if, dan diantara bagiannya ada nash-nash lain yang memperkuatnya.

el-kamil ibnu ishaq

%d blogger menyukai ini: