Arsip

Posts Tagged ‘hamil sebelum nikah’

Sang “PENANTANG ALLAH”

ALI IMRAN-104

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS  ALI IMRAN : 104)

Jelas sudah bahwa setiap perintah Allah merupakan kewajiban bagi hamba-nya yang memiliki akal sehat. Hal ini untuk membuktikan bah Baca selanjutnya…

Iklan

HUKUM MEMELIHARA JENGGOT

Assalaamu’alaikum wr. wb.Lihyah

Ustadz yang dimuliakan Allah….

Bagaimana sebenarnya hukum mencukur atau merapikan jenggot (termasuk brewok)? Karena, ada sebagian teman yang mengharamkan dan sebagian yang lain membolehkannya (makruh,red). Terima kasih.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

 

Wa’alaikumsalam…WR.WB

Memelihara jenggot dan tidak mencukurnya adalah sunnah Rasulullah saw yang kemudian juga diikuti oleh para sahabatnya. Perhatian Rasulullah saw dan juga para sahabatnya dalam pemeliharaan jenggot ini juga ditunjukkan dengan kebiasaan mereka merapihkan, merawat dan menyela-nyelanya dengan air saat berwudhu. Baca selanjutnya…

MASJID JADI TEMPAT KAMPANYE

PERTANYAAN :

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang dimuliakan Allah.masjid
Menjelang Pemilu 2009 ini saya bingung ustadz, karena sebagai pengurus masjid saya sering dimintai izin oleh parpol, supaya mesjidnya bisa dipakai untuk kegiatan parpol tersebut. Bagaimana sebaiknya sikap saya ustadz? Mengizinkan atau menolak?

Terus menurut ustadz baik nggak kalo dalam acara-acara kegiatan di mesjid ada yang kampanye parpol ataupun kandidat calon kepala daerah?

Wassalam

JAWABAN :

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..

Jamaah masjid kita amat beragam, baik latar belakang pendidikan, paham keagamaan sampai pada perbedaan politik. Karena itu, pengurus masjid harus … Baca selanjutnya…

BIDADARI HITAM

Sungguh anggun dirimu wahai ukhti
Bidadari HitamDengan kibar hijab yang menggantung menutupi 'Aurat
Seakan tiada lagi terkurang
Kesempurnaan yang engkau miliki
Terucap tasbih memuji, Tak kurasa di bibirku
Seakan lupa akan diri dan segala yang menjadi tugas
Di kemudian hari
Ku kenal dirimu, seakan besar suara petir di telinga
Kerana tak percaya akan sebenar kisahmu
Di balik tebar hijab anggun-mu
Berjuta jarak akan perbedaan dirimu
Dengan senyuman yang dihiasi hijab
Kerana bukan ketulusan yang kau cari
Hingga mudah terjerumus akan tersalah yang kau banggakan
Bahkan engkau terus menebar tersalah
Walau pada sebenarnya
Engkau semakin mengkerut
Kerana tersalah
(EL-KAMIL IBNU ISHAQ)
 

DI BALIK BENCANA

19 Jan 2014 1 komentar

BanjirBismillahirrohmaanirrohiim….

Tentu kita sangat miris melihat atau mendengar berita di berbagai media tentang dahsyatnya bencana yang sedang melanda sebahagian wilayah indonesia, bahkan belahan dunia.
Di kampung pulo jakarta timur hampir mencapai 2 meter lebih banjir melanda, di manado 15 belas kecamatan habis dilalap oleh sang bandang.

Peristiwa dahsyat tersebut Menyebabkan banyak korban luka dan meninggal dunia juga bangunan yang berserakan tak tertata.
Hendaklah kita pandai mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang ada, mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk perjalanan panjang yang pasti akan kita lalui. Jangan sampai berpisah dengan dunia ini kecuali dalam keadaan benar-benar beriman kepada Allah ta’ala. Bila tidak, kerugian abadi-lah yang akan kita dapatkan. Wal’iyadzu billah.

SEBAB ADANYA BENCANA DALAM AL-QUR’AN

Kekufuran dan kesyirikan merupakan salah satu faktor terbesar penyebab datangnya musibah/bencana. Hal ini dengan jelas dapat kita ketahui dari ayat-ayat al-Qur`an yang banyak menceritakan umat-umat terdahulu yang telah Allah ta’ala binasakan lantaran kekufuran mereka kepada-Nya.

Perhatikanlah kisah Fir’aun dan bala tentaranya yang Allah binasakan dengan ditenggelamkan di tengah lautan. Lihat pula kisah kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam yang Allah timpakan banjir bandang yang tiada duanya. Lihat pula kisah Tsamud dan ‘Aad yang dibinasakan lantaran kekufuran mereka kepada Tuhan alam semesta. Dan masih banyak lagi kisah-kisah nyata lainnya, yang menjadi bukti nyata bahwa semakin jauhnya manusia dari Allah menjadi faktor datangnya kehancuran dan kebinasaan. Cukuplah semua itu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Dan semua itu tercatat rapi di dalam ayat-ayat Ilahi yang begitu banyak sekali.

Allah ta’ala menyebutkan bahwa berbagai bencana yang terjadi di muka bumi, di darat dan di laut, dikarenakan oleh ulah tangan manusia, akibat perbuatan dosa mereka kepada-Nya. Sengaja Allah ta’ala timpakan kepada mereka, agar mereka kembali kepada jallan yang lurus. Allah ta’ala berfirman:

….ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
Artinya :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Rum: 41)

Semoga kita bisa mengambil Hikmah di balik bencana yang sedang kita hadapi, dan mau untuk mengambil pelajarannya dengan kembali kejalannya (Allah SWT).
Amin….

Wallahu A’lam…

Oleh : EL-KAMIL IBNU ISHAQ

BEBERAPA PRODUK UNGGULAN

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

PEMBUKAAN CABANG DIM DI SELURUH KOTA INDONESIA

CABANG DIM BROSUR

 

 

FORMULIR PENDAFTARAN ANGGOTA DIM

UNTUK CABANG

 

Nama                                             :

Tempat & tanggal lahir            :

Alamat                                          :

Status                                            :                      Lajang                                               Menikah

Alamat email                              :

No HP                                          :

Saran untuk DIM                      :

Foto                                               :

Tanda tanga

Catatan :

  • Semua data akan disimpan oleh pengurus DIM Pusat, guna Dokumentasi bila suatu saat di butuhkan

CIRI-CIRI ORANG YANG MEMUTUSKAN TALI PERSAUDARAAN (SILAH RAHIM)

29 Agu 2013 8 komentar

unduhan

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Segala puji atas Zat yang menjadikan kita berbangsa dan berbahasa, Hingga terjalinnya kebersamaan dalam Silahrarim yang Di dalamnya tersimpan rahasia agung untuk keberhasilan menjadi hamba yang baik dalam pandangan Illah.

Sholawat serta salam sentiasa kita curahkan kepada sang contoh terbaik bagi seluruh ummat Hingga Akhir zaman Rasulullah SAW.

Sahabat…
Begitu banyak orang-orang yang tertipu akan tipu daya muslihat syaithon yang berkaitan dengan pokok sosial dalam ajaran Islam, dalam hal ini adalah menjaga tali persaudaraan (Silah Rahim)
Sunguh sangat mengenaskan bila kita mengetahui secara komprehensif akan ancaman bagi orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan namun kita menghiraukan akan ancaman tersebut.

“Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a, beliau berkata, ketika sore hari pada hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majelis ini ada orang yang memutuskan silaturahim, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami”

Hadist ini menerangkan secara  langsung bahwa rasulullah tidak menerima orang-orang yang berlaku memutuskan tali persaudaraan (Silaturahim) sebagai golongannya, Nauzubillah min dzalik..

Sahabat.. Baca selanjutnya…

Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil

Bismillahirrohmaanirrohim


Perempuan yang dinikahi dalam keadaan hamil
ada dua macam:

Satu: Perempuan yang diceraikan oleh suaminya dalam keadaan hamil.

Dua: Perempuan yang hamil karena melakukan zina sebagaimana yang banyak terjadi di zaman ini –wal ‘iyadzu billah– mudah-mudahan Allah menjaga kita dan seluruh kaum muslimin dari dosa terkutuk ini.

Adapun perempuan hamil yang diceraikan oleh suaminya, tidak boleh dinikahi sampai lepas ‘iddah[1]nya. Dan ‘iddah-nya ialah sampai ia melahirkan sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

“Dan perempuan-perempuan yang hamil waktu ‘iddah mereka sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS. Ath-Tholaq: 4)

Dan hukum menikah dengan perempuan hamil seperti ini adalah haram dan nikahnya batil tidak sah sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala:

وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ

“Dan janganlah kalian ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah sebelum habis ‘iddahnya.” (QS. Al-Baqarah: 235)

Berkata Ibnu Katsir dalam tafsir-nya tentang makna ayat ini: “Yaitu jangan kalian melakukan akad nikah sampai lepas ‘iddah-nya.” Kemudian beliau berkata: “Dan para ‘ulama telah sepakat bahwa akad tidaklah sah pada masa ‘iddah.”

Lihat: Al-Mughny 11/227, Takmilah Al-Maj Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: