Hal Penting Ketika Mengurus Visa

Hal Penting Ketika Mengurus Visa Umrah | HTK TOUR – Umroh Murah 2017-2018
Beberapa negara memberlakukan izin bagi pendatang maupun siapa pun yang ingin masuk ke negaranya. Selain paspor, kita mengenal visa, sebagai dokumen penting “pengganti” izin tersebut. Begitu pula dengan Tanah Suci. Baik melakukan ibadah haji atau justru umrah, visa amat diperlukan sebagai “izin” masuk ke Makkah.

Baca lebih lanjut

TNI-Polri Semarang Siapkan Anggota Pengamanan Haji

UMROH MURAH | Petugas TNI dan Polri siap membantu pihak Kantor Kementerian Agama Kota Semarang untuk aspek pengamanan Calon Jamaah Haji (JCH) asal Semarang.

Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Ngaliyan, AKP Made Sapru D, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kantor Kemenag Semarang terkait hal itu.

Menurutnya, sebanyak 20 personel dari Polsek Ngaliyan dan 10 personel dari koramil disiapkan untuk membackup ring 1,2 dan 3. Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para JCH berserta keluarga yang mengantarkannya.

Ia juga menuturkan, aparat keamanan gabungan dari TNI dan Polri tersebut akan hadir dua  jam sebelum rombongan JCH diberangkatkan dari asrama haji.

“Paling tidak kalau jadwal keberangkatan JCH dari Asrama Haji Transit Islamic Centre Manyaran pukul 07.00 wib, kami dari unsur keamanan akan stanby dua jam sebelum pemberangkatan,” tegasnya.

Hal itu dilakukan mengingat biasanya pengantar JCH berjumlah banyak, sedangkan luas lokasi di asrama haji terbatas. 

Laporan: Ulfatul Qoyimah/Wartawan Amanah Semarang, Jateng

Editor: Kurniawan Eka Mulyana/Rahmawati Alwi

 

Tag : Info Haji 2018 | Info Haji 2017 | Info Umroh Murah | Umroh Murah | Umrah Resmi | Umrah 2018 | Umroh 2018

DOKUMENTASI AKSI SUPER DAMAI 212 | LAPORAN KEUANGAN

aksi-super-damai-dakwah-insan-muda

BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM…

Puji syukur kehadrat Allah Subhanatu Wata’ala, yang telah memberikan kelancaran atas segala urusan kita sebagai hambanya. Solawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan selalu kpd nabi besar muhammad Shollallahu ‘Alaihi wasallam.

Dengan senang hati kami yang tergabung dalam komunitas DIM (Dakwah Insan Muda) ikut serta dalam perjuangan penuntutan penegakan hukum yang dikomandoi oleh GNPF MUI dan para ulama dengan tema “AKSI SUPER DAMAI GELAR SAJADAH” yang banyak juga orang menamai dengan “AKSI 212”

Kami, Komunitas Dakwah Insan Muda ikut serta dalam barisan dengan memposisikan diri sebagai relawan penyaluran logistik untuk para peserta aski, seperti : Air Mineral, Obat-obatan / kesehatan, roti, nasi bungkus, nasi box, kopi, es jeruk dll.

Adapun dana yang digunakan untuk penyaluran bersumber dari para donatur yang telah memberikan kepercayaannya kepad kami. berikut laporan keuangan yang terkumpul dan pengelauarannya.
aksi-damai-pengeluaran-uang

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian harta dan tenaganya demi sukses dan lancarnya Aksi Super Damai kemarin.

Semoga Allah menjadikan nilai ibadah yang akan menjadi saksi di hari akhir nanti, juga semoga segera menggantikannya dengan nilai yang berlipat nan penuh keberkahan.

Aaaminn….

3 Desember 2016

aksi-damai-gelar-sajadah-212
aksi-damai-gelar-sajadah-212-dakwah-insan-muda-2

aksi-damai-gelar-sajadah-212-dakwah-insan-muda

SELAMATKAN REMAJA KITA

BEBERAPA waktu lalu masyarakat memprotes iklan hotel di Kota Batu yang akan memberikan diskon lima puluh persen bagi sepasang kekasih yang menginap untuk merayakan Valentine’s Day.

Belum sempat kecemasan berlalu, sudah muncul beberapa mini market menjajakan coklat “banded” dengan kondom. Sungguh miris melihatnya. Seolah bulan Februari identik dengan hari ekspresi cinta bagi sepasang kekasih.

Apakah hanya saya saja yang terlalu berlebihan melihat kemirisan ini?

Dari hari ke hari media kita memberitakan pesta seks pelajar, siswa SMP yang melahirkan masih menggunakan seragam sekolah.

Aparat dan pemerintah –didukung memdia massa—bahkan sibuk mengejar pelaku teror. Bahkan mereka yang masih terduga langsung ditembak mati tanpa pengadilan.

Sementara pornografi yang racunnya lebih berbahaya dibanding narkoba dan tindak pidana terorisme, seolah luput dari perhatian. Pornografi jelas ‘terorisme moral’ karena racunya melemahkan, menghilangkan potensi remaja yang luar biasa.

Potensi generasi muda yang seharusnya disediakan untuk melejitkan bersemangat mencari ilmu dan berlomba untuk menorehkan berbagai prestasi, justru dihancurkan oleh pornografi.

Apa jadinya negeri ini jika calon calon pemimpinnya adalah generasi yang lemah dan rusak?

Belum lama ini Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan bahwa saat ini Indonesia sudah masuk darurat pornografi lantaran biaya untuk belanja pornografi sepanjang 2014 diperkirakan mencapai Rp 50 triliun.

Beberapa pejabat dan pengamat mengatakan, saat ini Indonesia disebut sudah masuk darurat pornografi.

Sementara untuk kasus narkotika dan obat terlarang (Narkoba), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar belum lama ini mengatakan, biayanya rehabilitasi pecandu Narkoba minimal Rp 2.1 juta per bulan perorang.

Padahal, ada sekitar 27 ribu pecandu narkotika yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan, sementara tempat rehabilitasi yang dimiliki BNN jumlahnya terbatas dan hanya mampu menampung 2 ribu orang per tahunnya.

Betapa besar biaya yang dibutuhkan negara untuk melakukan rehabilitasi dibanding jika kita mencegahnya dari awal.

Tiga Pilar

Sesungguhnya perbaikan kondisi ini bergantung pada tiga pilar; kualitas keimanan individu, control masyarakat dan tanggung jawab Negara.

Sudah saatnya ada sinergi dari keluarga, masyarakat dan Negara. Masing-masing bertanggungjawab untuk fokus pada pembentukan generasi yang akan menjadi calon pemimpin kelak.

Orangtua menjadi sosok yang paling dekat dengan anak-anaknya, membimbing mereka menggapai cita-cita mulia.

Demikian juga masyarakat tidak abai terhadap kerusakan di sekitar mereka dan pemerintah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menerapkan hukum secara tegas. Kesamaan cara pandang akan generasi terbaik yang harus dihasilkan akan menyelamatkan generasi kita.

Semoga Allah menyelamatkan generasi kita menjadi generasi terbaik agar terhindar dari ‘terorisme’ moral.

Penulis adalah dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.