Arsip

Posts Tagged ‘Muhammad al-Mahdi’

HATI DI BALIK DIRI

Kata QOLBUN (Hati) memiliki dua penggdawah insan muda
unaan dalam bahasa:

  1. Menunjukkan bagian yang paling murni dan paling mulia dari sesuatu.
  2. Bermakna merubah dan membalik sesuatu dari satu posisi ke posisi lain.

Kedua makna ini sesuai dengan makna hati secara istilah, karena hati merupakan bagian yang paling murni dan paling mulia dari seluruh makhluk hidup yang mempunyainya, dan ia (Hati) juga sangat rawan untuk berbolak-balik dan berubah haluan. Nabi SAW bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik)
Adapun letaknya, maka Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan bahwa dia terletak di dalam dada. Allah berfirman, “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46) Dan Nabi SAW juga bersabda tentang ketaqwaan:

“Ketakwaan itu di sini, ketakwaan itu di sini,seraya beliau menunjuk ke dada beliau”  (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Dan tempat ketakwaan tentunya adalah dalam hati. Bertolak dari hal ini para ulama juga membahas mengenai letak akal. Seluruh kaum muslimin bersepakat -kecuali mereka yang terpengaruh dengan filosof dan ilmu kalam- bahwa akal itu terletak di dalam hati, bukan di otak. Allah SWT berfirman, “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat berakal dengannya.” (QS. Al-Hajj: 46) Baca selanjutnya…

Iklan

MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADLON


dakwah insan mudaSegala puji bagi  Allah yang menjadika
n Ramadhan sebagai penghulu bulan-bulan dan melipatgandakan pahala kebaikan di dalamnya. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. yang telah diturunkan Al-Qur’an kepadanya sebagai petunjuk, rahmat, nasehat, dan penyembuh bagi manusia.

Alangkah bahagianya kaum muslimin dengan kedatangan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka. Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh segenap kaum muslimin. Bulan yang sebelum kedatangannya Rasulullah Saw. berdoa kepada Allah: “Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” Bulan dimana orang-orang saleh dan para generasi salaf berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya, Mualla bin al-Fadhl berkata: “Mereka (salaf) selama enam bulan  berdoa kepada Allah supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.” Kenapa mereka begitu bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan? Mari kita dengarkan sabda Rasulullah Saw. Baca selanjutnya…

DI BALIK BENCANA

19 Jan 2014 1 komentar

BanjirBismillahirrohmaanirrohiim….

Tentu kita sangat miris melihat atau mendengar berita di berbagai media tentang dahsyatnya bencana yang sedang melanda sebahagian wilayah indonesia, bahkan belahan dunia.
Di kampung pulo jakarta timur hampir mencapai 2 meter lebih banjir melanda, di manado 15 belas kecamatan habis dilalap oleh sang bandang.

Peristiwa dahsyat tersebut Menyebabkan banyak korban luka dan meninggal dunia juga bangunan yang berserakan tak tertata.
Hendaklah kita pandai mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang ada, mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk perjalanan panjang yang pasti akan kita lalui. Jangan sampai berpisah dengan dunia ini kecuali dalam keadaan benar-benar beriman kepada Allah ta’ala. Bila tidak, kerugian abadi-lah yang akan kita dapatkan. Wal’iyadzu billah.

SEBAB ADANYA BENCANA DALAM AL-QUR’AN

Kekufuran dan kesyirikan merupakan salah satu faktor terbesar penyebab datangnya musibah/bencana. Hal ini dengan jelas dapat kita ketahui dari ayat-ayat al-Qur`an yang banyak menceritakan umat-umat terdahulu yang telah Allah ta’ala binasakan lantaran kekufuran mereka kepada-Nya.

Perhatikanlah kisah Fir’aun dan bala tentaranya yang Allah binasakan dengan ditenggelamkan di tengah lautan. Lihat pula kisah kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam yang Allah timpakan banjir bandang yang tiada duanya. Lihat pula kisah Tsamud dan ‘Aad yang dibinasakan lantaran kekufuran mereka kepada Tuhan alam semesta. Dan masih banyak lagi kisah-kisah nyata lainnya, yang menjadi bukti nyata bahwa semakin jauhnya manusia dari Allah menjadi faktor datangnya kehancuran dan kebinasaan. Cukuplah semua itu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Dan semua itu tercatat rapi di dalam ayat-ayat Ilahi yang begitu banyak sekali.

Allah ta’ala menyebutkan bahwa berbagai bencana yang terjadi di muka bumi, di darat dan di laut, dikarenakan oleh ulah tangan manusia, akibat perbuatan dosa mereka kepada-Nya. Sengaja Allah ta’ala timpakan kepada mereka, agar mereka kembali kepada jallan yang lurus. Allah ta’ala berfirman:

….ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
Artinya :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Rum: 41)

Semoga kita bisa mengambil Hikmah di balik bencana yang sedang kita hadapi, dan mau untuk mengambil pelajarannya dengan kembali kejalannya (Allah SWT).
Amin….

Wallahu A’lam…

Oleh : EL-KAMIL IBNU ISHAQ

PEMBUKAAN CABANG DIM DI SELURUH KOTA INDONESIA

CABANG DIM BROSUR

 

 

FORMULIR PENDAFTARAN ANGGOTA DIM

UNTUK CABANG

 

Nama                                             :

Tempat & tanggal lahir            :

Alamat                                          :

Status                                            :                      Lajang                                               Menikah

Alamat email                              :

No HP                                          :

Saran untuk DIM                      :

Foto                                               :

Tanda tanga

Catatan :

  • Semua data akan disimpan oleh pengurus DIM Pusat, guna Dokumentasi bila suatu saat di butuhkan

KEBOHONGAN SYIAH (IMAM MAHDI ANAK IMAM HASAN AL-‘ASKARI)

6 Sep 2013 9 komentar

Salah satu pokok aqidah Syi’ah Imamiyah 12 adalah kewajiban untuk mengimani 12 imam ma’shum, yang mana imam ma’shum pertama tersebut adalah Ali bin Abi Thalib, dan seterusnya hingga yang terakhir atau yang ke-12 adalah imam Mahdi. Persoalannya, imam Mahdi di sisi syi’ah adalah keturunan dari imam Husein bin Ali bin Abi Thalib. Nasab imam Mahdi versi syi’ah tersebut adalah :syi'ah

Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja’far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali as-Sajjad bin Husain as-Syahid bin Ali bin Abi Thalib as.

IMAM HASAN AL-ASKARI TERNYATA MANDUL MENURUT KITAB-KITAB SYIAH

Kitab-kitab Syiah telah menyatakan secara tegas bahwa Imam Hassan Al-Askari -Imam yang ke-11) itu tidak mempunyai anak, baik dari istrinya maupun selir-selirnya. Pada saat beliau wafat pada tahun 260 H., datanglah seluruh kerabatnya dan menemui seluruh isteri Imam Hasan. Ternyata mereka tidak menemukan dari mereka itu ada yang hamil, walaupun hanya seorang. Akhirnya seluruh kerabat Imam ini membagikan warisannya di antara ibunya dan seluruh saudara-saudaranya, yaitu Ja’far. (Lihat kitab Al-Kaafiyull Hujjah, jilid 1/505, kitab Al-Irsyaad Lil Mufiid, hal. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: