Arsip

Posts Tagged ‘Sahabat rasulullah’

ABDURRAHMAN BIN ‘AUF : Hadist yang diriwayatkannya

dawah insan mudaKebersamaan Abdurrahman bin Auf dengan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membentang selama masa kenabian. Ia menemani beliau di Mekah dan Madinah, menghadiri mejelis-majelis beliau, dan menyertai hari-hari beliau bersama para shahabat dan kaum muslimin lainnya, sementara beliau mengajarkan syariat kepada mereka, mendidik mereka, dan mengarahkan mereka kepada jalan-jalan hidayah. Ibnu Auf juga berjihad di bawah panji beliau, dan tak pernah sekalipun absen dari seluruh peperangan yang beliau ikuti. Ia belajar langsung dari Al-Qur’an dari beliau saat diturunkannya, mengambil sunnah langsung dari lisan beliau, dan mendengar banyak sekali hadits selama masa yang membentang selama lebih kurang dua puluh tahun tersebut.

Di antara bukti keluasan ilmunya adalah dia merupakan salah seorang yang memberikan fatwa pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan masa tiga khulafaur rasyidin setelah beliau. Umar dengan kadar keilmuan yang dimilikinya dan kedudukannya dalam ilmu juga mendatanginya pada banyak kesempatan, dan mendapatkan ilmu yang ia pelajari sebagiannya pada seorang alim umat ini yaitu Abdullah bin Abbas.

Namun riwayat yang dapat ditemukan dari Ibnu Auf tidak lebih dari 65 hadits saja. Ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan rentang waktu kebersamaannya dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Namun keadaan ini juga dijumpai pada banyak shahabat yang seperti Abdurrahman Radhiyallahu Anhu.

Dan penjelasan tentang hal ini mudah sebagaimana yang dapat dilihat oleh penulis. Pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abdurrahman adalah salah seorang pembantu dan pembela beliau, yang sibuk dalam menyampaikan dakwah dan risalah. Dan pada masa tiga khalifah, ia adalah salah satu pondasi dalam tegaknya negara Islam, serta salah seorang penasehat terdekat dan terpercaya pada masa para khalifah. Dan ini dikuatkan dengan pencalonannya untuk jabatan kepemimpinan tertinggi serta pemilihan Utsman setelah Umar. Juga kedudukannya sebagai pemimpin haji pada lebih dari satu kesempatan, hajinya bersama ummahatul mukminin, dan semua itu tentnya mengambil banyak sekali waktunya. Baca selanjutnya…

Iklan

KHALID BIN WALID SANG PEDANG ALLAH

khalid-bin-walid1-1024x682Tulisan ini adalah bagian kecil dari biografi seorang tokoh terkemuka umat ini, dia salah seorang pahlawan dan kesatria umat ini, dia salah seorang tokoh shahabat Rasulullah saw yang mulia, dan dari perjalanan hidupnya ini kita akan menggali berbagai pelajaran dan ibrah.

Shahabat Rasulullah SAW ini masuk Islam pada tahun kedelapan hijriyah dan telah terjun dalam puluhan peperangan.

Para sejarawan mencatat, dia tidak pernah kalah dalam satu peperanganpun baik pada saat jahiliyah atau setelah masuk Islam, dia berkata tentang dirinya: Sungguh dengan tanganku ini telah terpotong sembilan pedang pada saat peperangan Mu’tah sehingga tidak tertinggal di tanganku kecuali sebuah pedang yang berasal dari Yaman”. Hal ini membuktikan tentang keberaniannya yang brilian dan kekuatan besar yang telah dianugrahkan baginya oleh Allah pada jasadnya. Dan beliau adalah komando pasukan kaum muslimin pada perang yang masyhur yaitu perang Yamamah dan Yarmuk, dan beliau telah melintasi perbatasan negeri Iraq menuju ke Syam dalam lima malam bersama para tentara yang mengikutinya. Inilah salah satu keajaiban komandan perang ini. Nabi saw telah menggelarinya dengan sebutan pedang Allah yang terhunus, dan beliau memberitahkan bahwa dia adalah salah satu pedang Allah terhadap orang-orang musyrik dan kaum munafiq.

Dia adalah seorang kesatria, Khalid bin Walid bin Al-Mugiroh Al- Qurosy Al-Makhzumy Al-Makky, anak saudari ummul mukminin Maimunah binti Al-Harits ra, dia seorang lelaki yang kekar, berpundak lebar, bertubuh kuat, sangat menyerupai Umar bin Al-Khattab ra. Shahabat memilki sikap kepahlawanan besar yang mencerminkan dirinya sebagai seorang pemberani dalam membela agama ini, di antara cerita tentang kepahlwanan beliau adalah apa yang terjadi pada perang Mu’tah, pada tahun ke delapan hijriyah, pada tahun dia memeluk Islam. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: